aifpunews.com

media informasi masa kini

Berhenti Merokok hingga Jaga Kadar Kolesterol Olahraga Cara Mencegah Serangan Jantung

Simak cara untuk mencegah serangan jantung, mulai dari berhenti merokok, olahraga, hingga menjaga kadar kolesterol. Serangan jantung dapat terjadi ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah ke jantung. Dalam istilah medis, serangan jantung dikenal sebagai infark miokardial.

Pada tahun 2019, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa lebih dari 17 juta orang di Dunia meninggal akibat serangan jantung. Namun sebagian orang tidak menyadarinya dan tidak berusaha melindungi diri mereka. Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, yang lama kelamaan dapat merusak jantung dan pembuluh darah.

Bahkan jika Anda telah berhenti merokok bertahun tahun yang lalu, kesehatan jantung Anda masih berisiko. Hal ini bergantung pada seberapa sering Anda merokok dan berapa lama berhenti merokok. Kabar buruknya, bukan hanya perokok aktif saja yang berisiko menurunkan kesehatan jantung.

Perokok pasif atau orang yang kerap terkena paparan asap rokok orang lain juga dapat meningkatkan peluang terkena penyakit kardiovaskular sebesar 25 hingga 30 persen, menurut penelitian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Menjaga kadar kolesterol agar tetap terkontrol juga perlu dilakukan jika ingin terhindar dari serangan jantung. Semakin banyak kolesterol low density lipoprotein (LDL) yang mengambang di sekitar aliran darah meningkatkan kemungkinan pengendapan di dalam arteri koroner.

Endapan lemak ini kemudian akan menjadi plak yang membatasi aliran darah. Kondisi ini bisa menjadi lebih parah jika plak pecah dan mendorong pembentukan gumpalan darah. Jika sudah begini, probabilitas serangan jantung meningkat bahkan hingga berpotensi fatal.

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan stroke. Menjaga tekanan darah tetap berada di bawah 120/80 mmHg dapat menurunkan risiko serangan jantung. Mengurangi asupan garam juga menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan.

Terlalu banyak natrium dalam darah dapat membebani ginjal untuk membuangnya. Hal ini akan menyebabkan tekanan darah tinggi. Kurang tidur dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya penyakit jantung.

Melansir dari Business Insider, orang dewasa yang tidur kurang dari 7 jam dalam semalam lebih rentan mengalami penyakit terkait jantung seperti serangan jantung dan stroke. Sebuah penelitian yang terbit dalam Journal of the American College of Cardiology tahun 2019 menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam semalam memiliki risiko serangan jantung yang meningkat hingga 20 persen. Namun, tidur berlebihan juga tidak dianjurkan.

Dalam penelitian yang sama menemukan orang dengan kebiasaan tidur lebih dari 9 jam semalam mengalami peningkatan risiko serangan jantung hingga 34 persen. Stres kronis dapat meningkatkan peradangan pada tubuh. Hal ini juga berarti dapat meningkatkan tekanan darah dan menurunkan kolesterol baik HDL.

Kondisi kondisi di atas dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Hal ini berkaitan dengan stres kronis yang membuat seseorang cenderung melakukan kebiasaan kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok, makan makanan berlemak, hingga konsumsi alkohol. Pola makan yang sehat adalah kunci untuk menjaga kondisi jantung tetap optimal.

Apa yang Anda konsumsi dapat mempengaruhi faktor risiko terkontrol seperti kolesterol, tekanan darah, diabetes, dan kelebihan berat badan. Pilihlah makanan kaya nutrisi yang mengandung vitamin, mineral, serat, dan rendah kalori. Cara ini akan membantu Anda untuk menjaga berat badan tetap ideal.

Berat badan yang sehat dapat menjadi salah satu faktor penting untuk mengurangi risiko serangan jantung. Sebaliknya, obesitas akan menimbulkan risiko kolesterol dan tekanan darah tinggi yang membuat rentan serangan jantung. Gaya hidup yang aktif adalah salah satu hal yang bisa Anda usahakan untuk mencegah serangan jantung.

Menurut penelitian yang dilakukan pada 20.000 pria Swedia menemukan bahwa olahraga teratur dapat mengurangi risiko serangan jantung sebesar 3 persen. Menurut laman John Hopkins Medicine, olahraga seperti aerobik lebih baik dilakukan karena jenis olahraga ini dapat mengurangi tekanan darah dan detak jantung. (*/LLA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *