aifpunews.com

media informasi masa kini

Berikut Komentar SBY Kemenangan Donald Trump Disebut-sebut akan Lebih Menguntungkan Indonesia

Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) akan dihelat antara Donald Trump dan Joe Biden. Panasnya persaingan Trump dari Partai Republik dan Biden dari Partai Demokrat memancing komentar Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal itu diungkapkan SBY melalui akun resmi Facebooknya Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat (30/10/2020).

Pada kesempatan itu, SBY mengungkapkan pengaruhnya Pilpres AS dengan Indonesia. Selain itu, SBY juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendengar ada rekan dari Trump menyebut petahana tersebut lebih baik bagi Indonesia. Pasalnya, jika Trump terpilih maka dia tidak akan ikut campur banyak dengan masalah masalah yang terjadi di Indonesia, misalnya masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

"Tiba tiba ada yang bercerita bahwa sejumlah temannya yang dulu sama sama berkuliah di sebuah universitas." "Mengatakan bahwa bagi Indonesia Trump lah yang terbaik alasannya Trump dari Partai Republik sehingga tidak akan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia." "Tak juga ribut soal HAM, demokrasi, dan juga perubahan iklim," cerita SBY.

Sebaliknya, jika Biden yang terpilih sebagai presiden maka dia akan ikut campur dalam banyak permasalahan di negara lain termasuk Indonesia, khususnya masalah demokrasi, hukum dan sebagainya. "Kalau yang menjadi presiden Amerika dari Partai Demokrat pasti kita dikejar kejar soal HAM, demokrasi, t he rule of law dan lain lain," ujar SBY. SBY merasa pendapat itu tidak seratus persen benar.

Pendapat SBY itu berdasarkan pengalamannya bertemu dengan dua presiden Amerika Serikat, George Bush dan Barack Obama. Bush yang dari Partai Republik pernah berhubungan dengan Indonesia terkait masalah HAM yang ada di tanah air. Sedangkan, Obama dari Partai Demokrat pernah melakukan kerja sama investasi dengan Indonesia.

SBY menilai siapapun presiden Amerika Serikat tetap berpengaruh bagi Indonesia. Pasalnya, Indonesia memiliki hubungan bilateral yang besar dengan Amerika Serikat. "Saya harus mengatakan siapapun presidennya, agenda kerja sama bilateral Indonesia Amerika Serikat itu tetap luas."

"Dan mencakup sektor sektor penting bagi kedua negara," jelasnya. Ayah dari Agus Harimurti Yudhoyono ini mengatakan, kerja sama Indonesia dengan Amerika Serikat bukan melulu mengenai ekonomi. "Misalnya, kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, teknologi, pertahanan dan keamanan, serta kerja sama bilateral di forum Internasional," ucap dia.

Kemudian, ia membenarkan memang terkadang AS juga memberikan perhatian berlebihan dengan masalah hukum, demokrasi di Indonesia. Namun perhatian khusus itu tak hanya datang dari presidennya. Para senator AS juga berbuat demikian.

"Memang benar sejumlah anggota kongres Amerika, termasuk para senatornya sering memiliki perhatian khusus terhadap negara lain, termasuk Indonesia." "Barangkali inilah yang mungkin kita rasakan berlebihan," sambung SBY. SBY menambahkan, Indonesia tak perlu takut akan ikut campur AS dalam masalah demokrasi jika memang tidak ada yang salah.

Sehingga, ia berpesan pentingnya penegakan demokrasi, keadilan, hukum. Bukan semata sama agar tak dikritisi negara luar, melainkan kepentingan Indonesia itu sendiri. Sembilan topik itu antara lain Covid 19,keluarga, rasisme, perubahan iklim, keamanan nasional, dan kepemimpinan.

Yang menarik dari debat kali ini adalah mikrofon calon presiden bisa dibisukan. Hal itu dilakukan agar saat lawan debat tengah berbicara tidak terganggu dengan interupsi. Sedangkan setiap topiknya mereka diberi waktu 15 menit.

Setiap kandidat berhak menyampaikan pendapatnya selama dua menit secara bergantian. Langkah ini dilakukan setelah debat pertama pada September lalu berlangsung kacau. Pasalnya, mereka tak berhenti saling menginterupsi bahkan saling menyerang hal personal lawan calon.

Pada debat kali ini Pengamat Politik Ben Riley Smith menyebut debat kedua seperti debat yang seharusnya. Bukan pertandingan teriakan yang terjadi seperti debat pertama. Trump dinilai tidak lebih agresif dibanding debat pertama.

Ia juga sedikit memberikan interupsi pada Biden. Meski demikian, Trump dinilai secara tersirat menyerang Biden. Pada debat kali ini Trump juga membawa bawa China.

Sementara itu, pada penutup debat, Biden membuat kalimat persatuan dan berjanji memberikan harapan bagi rakyat Paman Sam tersebut. "Saya seorang presiden Amerika. Saya mewakili Anda semua apakah Anda memilih saya atau menentang saya." "Saya akan memberi Anda harapan," ucap Biden dalam dua menit terakhirnya.

Selain itu, ia juga berjanji memperlakukan semua rakyatnya sama. Semua orang bisa berharap tanpa ada ketakutan. "Kami akan memilih sains daripada fiksi, harapan daripada ketakutan. Kami akan memilih untuk bergerak maju."

"Setiap orang memiliki peluang yang sama. Anda tidak pernah mendapatkannya selama empat tahun terakhir," lanjut Biden. Di sisi lain, Trump mengatakan bahwa jika dirinya kembali menjadi presiden, ia menjanjikan kesuksesan bagi Amerika. Hal itu dia akan berikan bagi semua orang termasuk orang yang tidak mendukungnya pada pemilihan kali in.

"Kesuksesan akan menyatukan kita, kita sedang menuju kesuksesan," ungkap Trump. Pada kesempatan itu, Trump juga mengklaim peningkatan ekonomi di Amerika Serikat sebelum wabah Covid 19 dari China menyerang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *