aifpunews.com

media informasi masa kini

Bertahan Hidup Walau Tak Makan & Minum Nenek Cukri Ditemukan di Dasar Jurang Hilang 10 Hari

Video detik detik penyelamatan dadong atau Nenek Cukri saat ditemukan di dasar jurang menjadi viral di media sosial. Hilang selama 10 hari dan dicari keluarga, Nenek Cukri akhirnya ditemukan selamat di dasar jurang. Awalnya, keberadaan Nenek Cukri tak diketahui warga.

Hingga akhirnya, sekelompok warga sadar bahwa Nenek Cukri sedang berada di dasar jurang. Saat ditemukan, Nenek Cukri dalam kondisi sehat. Melihat keadaan Nenek Cukri yang tetap ceria meski 10 hari menghilang di dalam hutan, warga terkejut.

Pasalnya selama 10 hari itu, Nenek Cukri tidak makan dan minum. Dalam video tersebut, sekelompok warga tampak bekerja keras menarik Nenek Cukri menggunakankeranjang berukuran besar. Ditarik oleh sejumlah warga, Nenek Cukri terlihat tersenyum.

Berhasil menyelamatkan Nenek Cukri dari dasar jurang, warga spontan berteriak kegirangan. Pun dengan Nenek Cukri yang ikut gembira. Tiba di atas, Nenek Cukri langsung diberikan minum oleh warga.

Lansia asal Desa Batumadeg, Nusa Penida bernama Cukri (70) dikabarkan tidak pulang ke rumah sejak, Senin (21/9/2020) lalu. Pihak keluarga pun berhari hari melalukan pencarian terhadap nenek yang telah dikarunai seorang cucu tersebut. Menghilang selama 10 hari, Nenek Cukri pun akhirnya ditemukan sedang berada di dasar jurang.

Namun, ada hal mengganjal yang menyelimuti benak warga saat menemukan Nenek Cukri. Warga mengaku sangat heran dengan bagaimana caranya Nenek Cukri bisa berada di dasar jurang sedalam itu. "Bekas jatuh tidak ada sama sekali. Jalan ke dasar jurang itu juga tidak ada. Secara logika, aneh nenek Cukri bisa berada di dasar jurang sedalam itu.

Orang sehat saja kalau mau ke dasar jurang itu sangat sulit, kalau lansia mustahil sepertinya bisa jalan ke dasar jurang itu," terang Perbekel terpilih Desa Batumadeg I Made Mustika, Kamis (1/10/2020). Tak hanya itu, warga juga penasaran dengan bagaimana caranya, wanita yang sudah renta itu bertahan selama 10 hari di dasar jurang tanpa makanan dan minuman. FOLLOW US :

Apalagi di dasar jurang sama sekali tidak ditemukan bekas makanan atau minuman. SementaraNenek Cukri cukup sulit dimintai keterangan kenapa bisa berada di dasar jurang, karena sudah linglung. "Jarak rumah Cukri dan jurang tempatnya ditemukan sekitar 4 kilometer. Tidak ada ditemukan sisa makanan atau minuman di dasar jurang, hanya ditemukan dedaunan kering sebagai alas tidur dadong Cukri. Walau bagaimana, yang penting warga kami itu bisa ditemukan dengan selamat," ungkapnya.

Nenek Cukri diinformasikan keluarganya hilang, Senin (21/9/2020) sore. Selama beberapa hari, krama Banjar Salak, Desa Batumadeg mencari keberadaanya ke seluruh wilayah namun tidak ketemu. Bahkan upaya pencarian juga telah dilakukan secara niskala dengan nunas baos, dan membawa gamelan. Kalau kepercayaan orang Bali kan, kalau hilang harus dicari sambil menyuarakan gamelan karena bisa saja disembunyikan mahluk astral. Tapi tidak kunjung ketemu.

Kami nunas baos (minta petunjuk secara niskala) juga, tidak ada petunjuk hingga keluarga pasrah dan sempat menghentikan pencarian karena hari ini piodalan di Pura Hyang Pancuhan Temeling. Rencananya pencarian dilanjutkan kembali selesai piodalan," ujar Made Mustika saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2020) sore. Mendengar kabar Nenek Cukri hilang, warga langsung melakukan upaya pencarian. Masyarakat Batumadeg hendak melakukan persembahyangan di Pura Hyang Pancuhan Temeling, dengan menggunakan protokol kesehatan pada Kamis pagi (1/10/2020) sekira pukul 09.30 WITA.

Ketika antre saat hendak masuk ke pura, tiba tiba warga mendengar suara teriakan minta tolong dari dasar jurang Temeling. Kebetulan lokasi pura dan jurang tersebut tidak jauh, hanya saja jurang tersebut lokasi dan medannya sangat terjal dan ekstrem. "Saat mendengar suara itu, salah seorang prajuru mendekati jurang tersebut dan ternyata itu suara dari dadong Cukri yang sudah 10 hari hilang," ungkapnya.

Warga lalu berusaha mengevakuasi Nenek Cukri dari dasar jurang dengan mengulurkan keranjang yang sudah terikat tali. Seorang warga juga susah payah turun ke jurang sedalam 150 meter, untuk membantu evakuasi Nenek Cukri. "Jadi ada warga susah payah turun, lalu diulurkan keranjang yang diikat tali. Lalu warga dari atas jurang bergotong royong menarik dadong Cukri dari dasar jurang," jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *