aifpunews.com

media informasi masa kini

Doain Aja Gugat Cerai Saat Suami Masuk Penjara Nindy Ayunda

Nindy Ayunda mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan saat masih menjadi saksi kasus suaminya, Askara Parasady Harsono di Polres Metro Jakarta Barat, Bahkan, ketika sidang perdana cerai di Pengadilan Agama Jakarta Selatan dijadwalkan digelar, Nindy Ayunda pun diperiksa polisi terkait senjata api ilegal diduga milik Askara Parasady Harsono, suaminya di Polres Metro Jakarta Barat. Nindg Ayunda memilih untuk menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Barat, ketimbang menghadiri sidang cerainya.

Usai jalani pemeriksaan, Nindy mengaku tak thau apakah ia akan menghadiri sidang cerainya atau tidak. "Insya Allah," kata Nindy Ayunda yang mengenakan baju, celana, dan masker putih usai jalani pemeriksaan di Porles Metro Jakarta Barat, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (27/1/2021) sambil berjalan menuju mobilnya. Ketika ditanyakan perihal ngotot ingin bercerai dari Askara Parasady Harsono, wanita berusia 32 tahun itu belum memberikan penegasan.

"Nanti kita bahas ya," ucapnya. Lebih lanjut, Nindy Ayunda meminta doa dari masyarakat soal prahara rumah tangganya dengan Askara Parasady Harsono. "Doain aja, makasih," ujar Nindy Ayunda.

Diberitakan sebelumnya, Nindy Ayunda resmi dinikahi oleh Askara Parasady Harsono pada 26 September 2012. Selama delapan tahun menikah, rumah tangga Nindy Ayunda dan Askara Parasady Harsono terbilang harmonis. Mereka dikaruniai dua orang anak selama menikah, yakni Abhirama Danendra Harsono dan Akifa Dhinara Parasady Harsono. Selain itu, suami Nindy Ayunda, Askara Parasady Harsono ditangkap satuan reserse narkotika Polres Metro Jakarta Barat dikediamannya, di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Kamis (7/1/2021) malam.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa psikotropika jenis Happy Five atau H 5 sebanyak 1,5 butir, lubricant, alat hisap narkotika, senjata api ilegal dengan 50 butir peluru tajam, tas kecil. Suami Nindy Ayunda, Askara Parasady Harsono dijerat dengan pasal 127 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dan pasal 62 UU No 5 tahun 1997 tentang psikotropika, dengan ancaman hukuman penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *