aifpunews.com

media informasi masa kini

Dua Konsep Strategi AP II Ciptakan Penerbangan Sehat Saat Libur Panjang Akhir Oktober 2020

Sebagai upaya mencegah penyebaran Covid 19 menjelang libur panjang akhir Oktober 2020, PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan protokol kesehatan melalui konsep biosecurity dan biosafety management. Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menyebutkan, konsep biosecurity management sendiri terdiri dari physical distancing, health screening, passenger touchless processing, people protection dan facility cleanliness. "Sementara itu biosafety mamagement terdiri dari biohazard precautions, environment screening, infrastructure sterilization dan public health assurance ," ujar Awaluddin dalam keterangannya, Senin (26/10/2020).

Awaluddin juga menjelaskan, biosafety dan biosecurity management memiliki program yaitu Workforce Protection yang telah dijalani sejak Maret 2020 guna melindungi karyawan termasuk personel operasional dan pelayanan di bandara. "Program ini juga sebagai upaya pencegahan COVID 19 dan menciptakan penerbangan yang sehat, di bandara PT Angkasa Pura II pada saat libur panjang nanti," kata Awaluddin. Berikut program Workforce Protection tersebut antara lain diimplementasikan melalui:

Penyesuaian pola operasional: Normal Operation, Slow Down Operation, Minimum Operation 1 dan 2, Kewajiban penggunaan APD: APD Level 1, APD Level 2, hingga APD Level 3 yang menggunakan hazmat lengkap. Tracing, tracking dan testing: PT Angkasa Pura II memiliki aplikasi internal iPerform guna melakukan tracing dan tracking management terhadap seluruh karyawan. Karyawan, khususnya personel operasional dan layanan bandara juga melakukan rapid test secara berkala,

Penyesuaian pelayanan: Pelayanan tatap muka customer service ditiadakan, diganti dengan virtual customer assistant (VICA). Dilakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum personel bertugas. Menurut Awaluddin, Workforce Protection adalah regulasi internal guna melindungi karyawan di tengah pandemi ini dan program ini melihat dari berbagai sisi.

"Misalnya dengan penyesuaian pola operasional atau pengurangan jam operasional, personel bandara memiliki waktu lebih untuk berada di rumah namun operasional bandara tetap bisa berjalan lancar," ujar Awaluddin. Melalui Workforce Protection ini, lanjut Awaluddin, PT Angkasa Pura II dapat tetap mengoperasikan bandara dan menjaga konektivitas penerbangan guna mendukung industri penerbangan nasional di agar tetap berkontribusi optimal di tengah Covid 19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *