aifpunews.com

media informasi masa kini

Ini Daftar Namanya Enam Korban Sriwijaya Air SJ-182 Sudah Berhasil Diidentifikasi Tim DVI

Tim DVI Polri hingga saat ini sudah berhasil mengidentifikasi enam korban Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh dii Perairan Kepuluan Seribu, Jakarta. Okky Bisma (29) menjadi korban pertama yang berhasil diidentifikasi tim DVI Polri. Hasil identifikasinya diumumkan, Senin (11/1/2021) sore.

Kemudian, Selasa (12/1/2021), tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi tiga korban lainnya. Ketiganya masing masing atas nama Fadli Satrianto, Khasanah, dan Ashabul Yamin. Hari ini, Rabu (13/1/2021), Tim DVI Polri kembali berhasil mengidentifikasi dua korban lagi atas nama Indah Halimah Putri dan Agus Minarni.

Tim DVI pun merinci bagaimana pihaknya melakukan identifikasi terhadap korban yang sudah berhasil dikenali. Berikut proses identifikasi terhadap enam korban yang sudah berhasil dikenali; Kepala Pusat Inafis Polri Brigjen Pol Hudi Suryanto menyebut, pihaknya berhasil mengidentifikasi Okky Bisma berdasarkan sidik jari dan dicocokkan dengan E KTP.

Tentunya, setelah melakukan proses identifikasi dari manifest yang diterima pihaknya dari Sriwijaya Air. Kemudian dari manifest, Tim DVI mendapat E KTP dari Dukcapil Kemendagri. Lalu, melakukan scan sidik jari dari body part korban menggunakan alat khusus.

"Ketika sidik jari ini ditempel dengan alat ini akan masuk E KTP Dukcapil dan muncul kandidat dan kandidat kita teliti satu persatu, kita cek di manifest nama Okky Bisma ada di manifest nomor empat," kata Hudi saat konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/1/2021). Hudi memastikan body part tersebut merupakan tangan dari korban bernama Okky Bisma. "Ternyata ini sama dengan data E KTP di dukcapil maka kami dapat sidik jari di E KTP dan kami bandingkan apakah benar ini orang yang sama," ucap Hudi.

"Data E KTP yang ada telunjuk kananya dibandingkan sampel telunjuk kanan juga yang ada di body part tersebut dan hasilnya identik," jelasnya. Ia juga menyebut, terdapat 12 titik kesamaan dari pencocokan sidik jari tersebut. "Dan hasilnya ternyata identik, kami temukan 12 titik kesamaan dan itu cukup memastikan bahwa orang ini adalah orang yang sama," jelasnya.

Okky Bisma merupakan laki laki kelahiran 12 Desember 1991 dan berdasarkan KTP tercatat sebagai warga Jakarta Timur. Kapus Inafis Polri Brigjen Pol Hudi Suryanto mengatakan korban Fadly Satrianto merupakan Co pilot Sriwijaya Air dan terdaftar dalam manifest nomor 31. "Ini (Fadly Satrianto,red) terdaftar pada nomor manifest 31. Dan ini ternyata adalah copilot dari pesawat Sriwijaya Air," kata Hudi Suryanto saat saat konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (12/1/2021).

Fadly Satrianto berjenis kelamin laki laki dan beragama Islam. Berdasarkan data e KTP, Fadly Satrianto beralamat di Teluk Penanjung 17 RT 04/05 di daerah Pabean Cantian, Jawa Timur. Kepastian ini diperoleh INAFIS Polri setelah menemukan 12 titik kesamaan antara bagian tubuh yang ditemukan dengan DNA Fadly Satrianto yang diserahkan pihak keluarga.

"Kami juga sudah melakukan perbandingan sidik jari, ini yang kami dapat. Perbandingan sidik jarinya dari E KTP telunjuk kanan, yang berhasil kita identifikasi dari bagian tubuh yang kami dapatkan. Identik 12 titik persamaan," jelas Hudi. Kapus Inafis Polri Brigjen Pol Hudi Suryanto mengatakan, korban Asy Habul Yamin terdaftar sebagai manifest nomor 40 dalam penerbangan Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta Pontianak. "Ini sesuai dengan daftar manifest penerbangan Sriwijaya Air SJ 182 yang kami terima, yaitu nomor manifest 40. Sehingga diyakini korban ini benar benar terdaftar dan naik pesawat Sriwijaya Air," kata Hudi Suryanto saat saat konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (12/1/2021).

Asy Habul Yamin merupakan pria kelahiran Sintang, 31 Mei 1984. Korban tercatat beralamat di Jalan Sakti Nomor 7A, RT 05/06, Kelurahan Patukangan Selatan di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Ia memastikan hal itu dari data E KTP yang sudah merekam sebelumnya.

Hudi juga menyebut, terdapat 12 titik kesamaan dari pencocokan sidik jari tersebut. "Dari sidik jari yang kami ambil dari korban tersebut, dan sidik jari dari E KTP yang menjadi data base kita, ini juga bisa teridentifikasi dengan ditemukannya 12 titik persamaan. Yang satu diambil dari E KTP yang satu diambil dari sidik jari korban, jempol kanan," ucap Hudi. "Jadi untuk mengidentifikasi itu yang mudah diambil dari sampel jempol dan telunjuk. Ini diperoleh dari jempol kanan," jelasnya.

Kapus Inafis Polri Brigjen Pol Hudi Suryanto mengatakan, korban Khasanah terdaftar sebagai manifest nomor 28 dalam penerbangan Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta Pontianak. "Terdaftar sebagai penumpang dengan nomor manifest 28," kata Hudi Suryanto saat saat konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (12/1/2021). Hudi juga menambahkan, Khasanah merupakan perempuan kelahiran Lamongan 28 Desember 1970.

Korban tercatat beralamat di Gang Lentoro Jalur III, RT 05/05, Kecamatan Pontianak Barat, Kalimantan Barat. Ia memastikan hal itu dari data E KTP yang sudah merekam sebelumnya. Hudi juga menyebut, terdapat 12 titik kesamaan dari pencocokan sidik jari tersebut.

"Ini juga sudah kami perbandingan sidik jarinya, jempol kanan antara yang ada di e KTP dengan bagian tubuh dari kantung mayat tersebut," ucap Hudi. "Alhamdulillah kita temukan 12 titik kesamaan, sehingga bisa dinyatakan itu adalah identik," jelasnya. Kabid Topol Pusnafis Bareskrim Polri Kombes Sriyanto mengatakan proses identifikasi terhadap Indah Halimah Putri dilakukan dengan pencocokan sidik jari pada bagian tubuh korban yang ditemukan dengan sidik jari pada e KTP.

Bagian tubuh korban atas nama Indah Halimah Putri bernomor label 0027 berhasil diidentifikasi dengan mencocokan jempol bagian kiri. Terdapat 12 titik yang sesuai. Berdasarkan data, Indah Halimah Putri merupakan wanita kelahiran Sungai Pinang, Ogan Ilir, Sumatera Selatan pada 1 Oktober 1994.

Ia tercatat berdomisili di Dusun 4 RT 7, Desa atau Kelurahan Sungai Pinang, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Kabid Topol Pusnafis Bareskrim Polri Kombes Sriyanto mengatakan Agus Minarni teridentifikasi lewat jari jempol kanan yang dibandingkan dengan sidik jari pada e KTP milik korban. Hasilnya didapat 12 titik yang sesuai.

Agus Minarni memiliki nomor manifes 52 diketahui lahir 1 Agustus 1973 di Mempawah, Pontianak, Kalimantan Barat. Ia tercatat berdomisili di Dusun Sukadamai, Kecamatan Mempawah Hilir, Kalimantan Barat. Status pekerjaan korban adalah pegawai negeri sipil (PNS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *