aifpunews.com

media informasi masa kini

Ini Momen Mobilnya Bawa Sabu Ditabrak Komisaris Polisi Berpistol Tertembak di Lengan & Punggung

Momen detik detik seorang komisaris polisi Polda Riau tertembak terekam video amatir dan viral di media sosial. MobilKompol Imam Ziadi Zaid (55) itu tampak rusak beberapa kali ditabrak.Kaca belakang pecah, ban belakang sebelah kanan robek. Sementara body mobil Opel Blazer warna hitam nomor polisi BM 1306 VW itu penyok, menyisakan goresan tajam melintang panjang.

Mobil yang dikendarainya mencoba melaju kencang membelah ramainya Jalan Soekarno Hatta, Riau,Jumat (23/10/2020) sekitar pukul 19.00 WIB. Pengejaran mobil Kompol Imam Ziadi Zaid menyita perhatian pengguna jalan karena pemburunya meletuskan beberapa kali tembakan peringatan ke udara. Bahkan, tembakan juga diletuskan mengarah ke mobilKompol Kompol Imam Ziadi Zaid.

Dalam kondisi sudah terkepung oleh beberapa orang bersenjata api, pintu mobil dibuka dan Kompol Imam Ziadi Zaid sudah tak berdaya. Lengan dan punggung anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau itu tertembak. Drama pengejaranKompol Imam Ziadi Zaid menjadi tontotan warga dan pengguna jalan pada Jumat malam itu.

Semobil denganoknum polisi ituadalah warga sipil berinisial Hendry Winata (51). Kompol Imam Ziadi Zaid yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau ini terancam hukuman mati. Sedangkan pelaku Hendry Winata mengalami luka sobek di kepala akibat benturan kabin mobil.

Rupanya, kedua orang ini adalah kurir narkoba.Dari dalam mobilnya, petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau mendapati 16 kilogram sabu yang sudah terbungkus rapi. Saat konferensi pers di Polda Riau pada Sabtu sore, Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi membenarkan penangkapan Kompol Imam Ziadi Zaid dan Hendry Winata. "Kemarin mungkin anggota, tapi hari ini bukan. Makanya saya tidak mau sebut nama dan pangkat dan sebagainya. Karena dia sudah tidak punya pangkat," ujar Agung pada Sabtu (24/10/2020) sore.

Ia memastikan Polri akan menyelesaikan masalah hukum Kompol Imam Ziadi Zaidbaik di internal maupun terkait pidana UU Narkoba. Agung menjelaskan, awalnya tersangka HW ditelepon seorang berinisial HR (dalam pencarian) untuk mengambil sabu di jalan Parit Indah, Pekanbaru. Kemudian, tersangka Hendry Winata menelepon tersangka Kompol Imam Ziadi Zaidyang beralamat di Jalan Arifin Achmad untuk ikut menjemput barang haram itu.

Kedua tersangka berangkat mengambil sabu dengan menggunakan mobil. "Setibanya di Jalan Parit Indah, datang dua orang menggunakan sepeda motor memberikan dua tas ransel diduga berisikan sabu ke dalam mobil," sebut Agung. Tersangka saat itu mengetahui sudah diintai polisi.

Sehingga, kedua pelaku melarikan diri dan petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau mengejarnya. Agung membenarkan aparat di lapangan memberikan tindakan tegas dengan menembak beberapa kali ke mobil dari arah sebelah kanan untuk menghentikannya. "Kita tahu yang bersangkutan juga memiliki senjata api,"papar Kapolda.

Mobil tersangka terus berupaya kabur hingga menabrak beberapa kendaraan lain. "Petugas akhirnya berhasil menghentikan pelarian dua tersangka dan mengamankan barang bukti 16 bungkus sabu dalam bentuk kemasan teh," kata Agung. Kedua tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Polda Riau.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Victor Siagian mengatakan, pihaknya masih akan mendalami penyelidikan ini. "Barang bukti yang diamankan ada sebanyak 16 kilogram sabu. Untuk pelaku (IZ) saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau," kata Victor. Ancaman hukuman mati Kompol Imam Ziadi Zaid disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono.

"Komitmen Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis sangat jelas dan tegas,"kata Argo dilansir Kompas.com. "Anggota terlibat harus dihukum mati karena sebenarnya dia tahu Undang Undang dan dia tahu hukum," sambung Argo. Polri mengingatkan kepada seluruh anggotaKorps Bhayangkara agar tidak main main dengan barang haram tersebut. Terlebih ikut andil dalam sindikat tersebut.

"Jangan coba coba memakai apalagi menjadi bandar. Pimpinan Polri tidak akan mentolerir. Hukumannya mati," tandas jenderal bintang dua itu. Proses pemecatan Kompol Imam Ziadi Zaid dari keanggotaan Polri menunggu vonis pengadilan. Jika yang bersangkutan dinyatakan bersalah atau terbukti maka sanksi pemecatan menanti."Kita tunggu hasil vonisnya seperti apa," beber dia.

Akibat perbuatan yang dilakukan, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka diancam hukuman mati atau penjara paling lama 20 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *