aifpunews.com

media informasi masa kini

Pilpres AS Berakhir & Donald Trump Gagal Periode Kedua Jika Biden Menang di Nevada

Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden memenangkan negara bagian utama yakni Michigan dan Wisconsin pada Rabu (4/11/2020) menurut Associated Press. Dengan ini, Biden berhasil mengklaim kembali negara bagian yang sempat terlepas dari Demokrat empat tahun lalu. Dilansir , selain itu juga semakin mempersempit langkah petahana Presiden Donald Trump untuk terpilih ke periode kedua.

Sampai hari ini, Kamis (5/11/2020) pukul 15.00 WIB atau pukul 3 pagi di AS, belum ada kandidat yang memperoleh 270 suara elektoral. Dilansir MSN , Biden masih unggul dengan perolehan 264 suara elektoral di atas Trump dengan 214 suara. Diketahui, pada pukul 15.00 WIB ini, Biden nampak unggul di Nevada.

Namun Trump unggul di Georgia, North Carolina, Pennsylvania, dan Alaska. Kemenangan Biden di negara bagian Great Lakes membuatnya unggul dengan perolehan 264 suara elektoral. Artinya Biden hanya butuh satu negara bagian utama lagi untuk melewati batas 270 dan menjadi presiden terpilih.

Biden saat ini membalikkan keadaan, di mana empat tahun lalu posisi unggulnya itu dinikmati Trump. Biden ada di posisi yang aman, tinggal 6 suara elektoral untuk bisa membawanya ke kursi kepresidenan. Dilansir Reno Gazette Journal , Nevada yang memiliki jatah 6 suara elektoral bisa menjadi faktor penentu dalam kemenangan Electoral College abad ini.

Kandidat harus memenangkan setidaknya 270 dari 538 suara dari Electoral College untuk mengklaim mayoritas dan memenangkan Oval Office. Pada pukul 15.20 waktu AS pada Rabu (4/11/2020), Associated Press telah menetapkan 264 suara elektoral untuk mantan Wakil Presiden Joe Biden. Sementara Presiden Donald Trump mendapatkan 214.

Namun menurut AP, masih ada beberapa balapan tersisa untuk dibatalkan. Trump memimpin penghitungan suara di North Carolina dan Georgia, kedua negara bagian ini telah menghitung setidaknya 94% surat suara mereka. Dia memimpin 400.000 suara di Pennsylvania, yang telah mengumpulkan 84% suara.

Dan meskipun Alaska hanya menghitung 50% dari surat suaranya, Trump memimpin dengan margin 31 poin yang solid. Keempat negara bagian tersebut memiliki gabungan 54 suara elektoral. Jika Trump memenangkan keempatnya, makatotalnya suara elektoralnya menjadi 268, kurang dua lagi untung menang.

Sementara itu, Biden dinyatakan sebagai pemenang di Wisconsin dengan lebih dari 20.000 suara, di mana kampanye Trump mengatakan akan menuntut penghitungan ulang. Biden juga memenangkan Michigan dengan kurang dari 70.000 suara, meskipun kampanye Trump mengajukan gugatan untuk sementara waktu menghentikan penghitungan suara sambil berusaha mendapatkan akses untuk melihat jumlah surat suara yang tidak hadir. Karena menang di Wisconsin dan Michigan, Biden punya 264 dan masih membutuhkan 6 suara elektoral.

Di sinilah peran negara bagian Nevada. Jika kedua kandidat punya perolehan suara yang beda tipis, enam suara elektoral Nevada dapat mengayunkan pemilihan presiden ke kedua arah. Biden saat ini memimpin di Nevada, tetapi dengan margin tipis 0,6%, kurang dari 8.000 total suara dengan 25% suara masih harus dihitung.

Sekretaris Negara Nevada Barbara Cegavske, yang mengawasi pemilihan Rabu pagi mengumumkan bahwa tidak ada jumlah total baru di seluruh negara bagian yang akan diumumkan hingga Kamis pagi. Pada saat itu, mata dunia bisa saja tertuju pada suara elektoral Nevada untuk memutuskan pemilihan presiden AS. Jika tidak, harapan Biden untuk kembali ke Gedung Putih tampak tipis sekalipun belum konklusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *