aifpunews.com

media informasi masa kini

Rafael Leao Ungkap Sosok Pemain Paling Berbakat Rossoneri Rahasia Ruang Ganti AC Milan

Winger AC Milan, Rafael Leao mengungkapkan ada satu sosok pemain timnya yang memiliki bakat paling menjanjikan dalam skuat Rossoneri. Rafael Leao menyebut pemain berbakat AC Milan yang membuatnya berdecak kagum adalah Daniel Maldini. Pemain asal Portugal itu menganggap sosok Daniel Maldini sebagai pemain yang memiliki bakat alami.

"Pemain paling berbakat alami adalah Daniel Maldini, dia sangat bagus," ujar Rafael Leao kepada 433, dilansir Football Italia . Pernyataan Rafael Leao itu disampaikan tepat sehari setelah keberhasilannya mencetak gol penuh sejarah. Seperti yang diketahui Rafael Leao sedang menjadi buah bibir setelah mencetak gol kilat ke gawang Sassuolo, akhir pekan lalu.

Pemain Timnas Portugal itu mampu mencetak gol dalam hitungan 6,2 detik ke gawang Sassuolo. Rafael Leao mampu memecahkan rekor gol tercepat yang sebelumnya dipegang oleh eks penyerang Udinese, Paolo Poggi. Paolo Pogi sebelumnya berhasil menjadi pencetak gol tercepat dengan torehan 8 detik saat memperkuat Piacenza.

Berbicara tentang sosok Daniel Maldini yang dianggap oleh Rafael Leao sebagai bakat paling menjanjikan AC Milan. Ia merupakan anak Paolo Maldini dan cucu Cesare Maldini, dua sosok legendaris klub AC Milan. Dilansir Bolasport.com , Cesare memulai perjalanan 66 tahun generasi Maldini di AC Milan saat dia melakukan debutnya mengenakan baju merah hitam pada 19 September 1954.

Cesare menjadi kapten AC Milan pada 1961 dan mengoleksi 412 pertandingan di semua ajang. Generasi pertama Maldini ini memberikan 6 trofi domestik dan buat AC Milan. Paolo kemudian muncul sebagai generasi kedua Maldini di AC Milan.

Paolo Maldini melakoni debutnya untuk Setan Merah pada 20 Januari 1985 dan menjadi kapten pada 1996. Hanya membela AC Milan selama kariernya, Paolo tampil dalam 902 pertandingan dan memberikan 25 trofi buat I Rossoneri. Anak pertama Paolo, Christian, sebetulnya berpeluang menjadi generasi ketiga Maldini di AC Milan.

Sempat dibina di akademi AC Milan, Christian yang kelahiran 1996 sayangnya gagal berkembang sebagai pemain. Hanya memperkuat klub klub kecil seperti Hamrun Spartans, Pro Sesto, Fondi, dan Pro Piacenza, Christian kini tak punya klub setelah dilepas oleh Fano. Adiknya yang kelahiran 2001, Daniel, bernasib lebih baik.

Tidak seperti generasi Maldini sebelumnya yang berposisi pemain belakang, Daniel adalah gelandang ofensif. Setelah penampilan cukup memuaskan di tim junior, dia mulai disisipkan ke tim senior AC Milan pada pramusim 2019 2020. Akhirnya generasi ketiga Maldini secara resmi mulai memperkuat AC Milan dalam pertandingan kompetitif, musim lalu.

Pantas ditunggu apakah generasi ketiga Maldini ini bisa bertahan lama di AC Milan seperti kakek dan ayahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *