aifpunews.com

media informasi masa kini

Reza & Syarif Diadili Gara-gara Injak & Pukul Lamborgini

Reza Yudha Masoem dan Syarif Ibrahim harus berhadapan dengan pengadilan setelah dilaporkan oleh pemilik mobil Lamborgini. Dua orang ini didakwa memukul mobil mewah buatan Italia di dekat sebuah cafe di Bandung. Dua pria di Kota Bandung yakni Reza Yudha Masoem dan Syarif Ibrahim harus duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (21/9/2020).

Sidang untuk kedua terdakwa beragendakan pembacaan surat dakwaan. Keduanya didakwa melakukan tindak pidana Pasal 170 ayat 1 KUH Pidana dan Pasal 406 ayat 1 KUH Pidana karena dituduh memukul mobil Lamborgini pada 23 Februari 2019 dini hari namun baru menjalani persidangan setahun lebih kemudian. Jaksa Kejari Kota Bandung, Melur Kimaharandika yang membacakan dakwaan, mengatakan, peristiwa itu bermula saat pemilik mobil Lamborgini tipe Gallardo warna kuning keluar dari Cafe Holywings.

Di saat bersamaan, kedua terdakwa yang membawa mobil Xpander hitam juga keluar dari cafe tersebut. Kemudian, saat pemilik Lamborgini menyalakan mesin mobilnya dan terdengar suara mesinnya yang nyaring. "Terdakwa Syarif Ibrahim berkata 'berisik [email protected]( g belagu punya mobil gitu juga, gw juga punya sepuluh biji yang selanjutnya, disambut terdakwa Reza dengan mengatakan, '‎kalo ngegas sekali lagi saya tabrakin mobil itu'," ucap jaksa dalam berkas dakwaanya.

Selanjutnya, kata jaksa, ada saksi tukang parkir yang melihat peristiwa itu kemudian mempersilahkan mobil milik terdakwa Reza untuk maju lebih dulu meninggalkan cafe. Namun, saat maju sekira 100 meter dari halaman cafe, terdakwa Reza diduga sengaja memundurkan mobil Mitsubishi Xpander hingga bagian belakang mobil menabrak bagian depan Lamborgini. Selanjutnya, kata jaksa Melur yang berkerudung ini, terdakwa turun dari Xpander dan berteriak teriak 'ku aing hancurkeun ieu mobil' (saya hancurkan ini mobil) dan menghampiri mobil Lamborhini.

"Terdakwa Reza lalu memukul kap mesin kendaraan Lamborgini dengan tangan kosong. Sedangkan terdakwa Syarif Ibrahim menendang bagian depan dan kaca spion mobil sebelah kanan. Masih belum puas, terdakwa Reza kemudian naik ke kap mobil Lamborgini dan menginjak kap mobil tersebut yang selanjutnya diikuti juga oleh terdakwa Syarif Ibrahim," ucap Melur.

Akibat perbuatan itu, pemilik Lamborgini yakni saksi Ronny yang dikendarai saksi Jessica mengalami penyok dan lecet di bagian kap mesin dan di pinggir kanan di atas bagian depan. "Selain itu, kaca spion kanan rusak dan patah sehingga tidak dapat dipakai lagi dengan normal seperti sebelumnya. Atas perbuatan terdakwa, mobil Lamborgini memerlukan biaya perbaikan Rp 250 juta," ujar jaksa.

Dalam kasus ini, kedua terdakwa tidak ditahan. Ketua Majelis Hakim dalam perkara ini yakni Eri Iriawan. Kuasa hukum kedua terdakwa, Rizky Rizgantara tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan tersebut. "Tidak eksepsi. Langsung saja ke pembuktian pada keterangan saksi," kata Rizky seusai sidang.

Kemudian, kata dia, jika terdakwa menab‎rakan mobilnya dengan cara memundurkan kendaraan, seharusnya itu disertai kerusakan di mobil terdakwa. "Katanya bagian depan Lamborghini rusak tapi mobil bagian belakang terdakwa tidak apa apa. Ada kejanggalan, padahal Lamborghini kelasnya jauh beda dengan mobil terdakwa," kata Rizky.

Kata dia, ada ketidaksesuaian antara dakwaan jaksa dengan fakta perbuatan yang terjadi. Sidang perkara ini dilanjutkan pekan depan dengan pemeriksaan saksi. "Ada yang tidak sesuai antara keterangan saksi dengan dakwaan. Karenanya, kami akan buktikan dan menguji dakwaan jaksa di persidangan nanti. Apa benar Lamborghini penyok," ucap Rizky seraya menyayangkan perkara itu hingga ke pengadilan, mengingat peristiwanya sudah lama terjadi.

"Lalu barang bukti yang dipakai hanya foto foto mobil yang rusak. Kejadiannya juga sudah setahun lebih, harusnya kedepankan musyawarah, mediasi," ucap Rizky. Terdakwa Syarif alias Abo mengatakan perkara ini terlalu dipaksakan untuk diproses pidana. Padahal, perkara ini bisa selesai dengan musyawarah. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *