aifpunews.com

media informasi masa kini

Salah Satunya di Ungaran Polri Sebut Ada 12 Lokasi Pelatihan Jamaah Islamiyah di Jawa Tengah

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyebut ada 12 lokasi pelatihan kelompok terorisme Jamaah Islamiyah di Jawa Tengah. Hal ini disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers terkait terbongkarnya pusat latihan kelompok terorisme Jamaah Islamiyah di Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. "Saya tidak bisa menyebutkan lokasinya, tapi ada 12 di Jawa Tengah, salah satunya di Ungaran," ungkap Argo dikutip dari tayangan Kompas TV.

Argo menyebut lokasi pelatihan teroris di Ungaran berada di kawasan vila. "Beberapa rumah untuk pelatihan di sana," ujarnya. Kepolisian pun sudah turun ke lapangan, melihat lokasi pelatihan Jamaah Islamiyah.

Argo menyebut kelompok teroris Jamaah Islamiyah ini diberi sejumlah pelatihan. "Konsep pelatihan yang pertama adalah bela diri tangan kosong, kemudian melempar pisau, dan ketiga menggunakan senjata tajam, baik pedang maupun samurai," jelas Argo. "Juga diberi pelatihan bagaimana merakit bom dan cara melakukan penyergapan," imbuhnya.

Argo menyebut salah satu pelatih kelompok teroris Jamaah Islamiyah adalah Joko Priyono alias Karso. "Sudah kita tahan, itu adalah pengajarnya bernama Joko alias Pak Karso," ujar Argo. Argo juga menyebut telah mengantongi belasan lokasi pelatihan Jemaah Islamiyah di Jawa Tengah.

Adapun diketahui, Karso ditangkap pada 2019 dan telah berstatus narapidana dengan masa hukuman 3,8 tahun penjara. Sebelumnya, Tim Densus 88 Anti Teror Polri membongkar sasana atau pusat latihan jaringan teroris Jamaah Islamiyah di sejumlah lokasi di Jawa Tengah. Salah satunya terletak di Desa Gintungan, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah.

Dari informasi Polri, anggota Jamaah Islamiyah memilih menyewa sebuah villa dua lantai yang terlihat asri dengan pohon cemara di sekitar area dan cukup sepi lokasinya. Dari letaknya, bangunan tersebut seperti villa yang juga digunakan sebagai tempat istirahat para anggotanya. Dari rumah itulah para anggota muda dilatih bela diri dan persenjataan hingga simulasi penyerangan pasukan VVIP.

Argo Yuwono mengatakan pusat latihan tersebut sudah disiapkan beberapa pelatih untuk membentuk para anggotanya terampil dalam membela diri, menggunakan pedang dan katana/samurai sampai penyergapan dan perakitan bom. "Lokasi ini menjadi tempat pelatihan para generasi muda Jamaah Islamiyah." "Mereka dilatih bergaya militer dengan tujuan untuk membentuk pasukan sesuai dengan program yang dibuat oleh pemimpin jaringan ini (JI),” kata Argo Yuwono dalam keterangannya, Minggu (27/12/2020).

Para kader baru Jamaah Islamiyah yang umumnya anak anak muda dari beberapa pondok pesantren tersebut direkrut secara profesional. Target jaringan tersebut mendapatkan anak dengan ranking 1 10 di ponpesnya untuk dijadikan pemimpin masa depan Jamaah Islamiyah. "Tiap angkatan 10 15 orang dari Pulau Jawa dan dari luar Pulau Jawa. Total 95 orang yang sudah dilatih dan terlatih."

"Generasi muda ini dilatih bela diri penggunaan senjata tajam seperti samurai dan pedang." "Termasuk juga menggunakan senjata api dan dilatih menjadi ahli perbengkelan, perakitan bom, ahli tempur sampai ahli sergap (penyergapan) yang mereka sebut sebagai pasukan khusus dengan seragam khusus,” terang Argo Yuwono. Total sudah 7 angkatan sebanyak 96 anggota muda yang dilatih di sejumlah sasana yang tersebar di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

"Setelah pelatihan disini, generasi muda ini selanjutnya dikirim ke Suriah untuk mendalami pelatihan militer dan perakitan senjata api serta bom." "Mereka mempersiapkan generasi muda ini dengan tujuan untuk menjadi pemimpin masa depan jaringan ini (JI)," tandasnya. Selama proses perekrutan dan pelatihan tersebut, sudah banyak anggota Jamaah Islamiyah yang dikirim ke Suriah sejak 2013 2018 dengan dana yang sudah disiapkan oleh jaringan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *